Terletak di perbatasan Muar-Batu Pahat di bagian utara Johor, Kampung Sarang Buaya menjadi salah satu program wisata berbasis komunitas yang paling khas di kawasan ini. Di jantungnya terdapat Keraton Mbah Anang, sebuah kompleks bergaya Jawa yang dibangun pada 1940-an dan terus dilestarikan oleh masyarakat desa sebagai pusat warisan budaya, kerajinan, dan pertunjukan yang tetap hidup. Bagi wisatawan yang mencari pengalaman berkesan di Muar selain mi bandung dan otak-otak yang terkenal, desa ini menawarkan kesempatan untuk menyelami tradisi Jawa-Melayu yang telah hidup selama berabad-abad.
Landmark Warisan Jawa Muar: Keraton Mbah Anang
Dimulai dari Gerbang Empat Saudara (Gapuro Sedulur Papat), pengunjung akan disambut mural yang dilukis dengan tangan, menampilkan harimau penjaga mitologis Johor, Dengkis dan Tepok, di pintu masuk. Setelah melewati gerbang, bait-bait dari Gurindam Dua Belas, syair moral abad ke-19 karya Raja Ali Haji, diukir dengan tangan pada panel-panel kayu yang berjajar di sepanjang jalan menuju bangunan utama yang terbuat dari kayu.

Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji
Bait-bait dari Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji diukir dengan tangan dan dipajang di sepanjang jalan menuju Keraton Mbah Anang.

Gamelan Nadisukma tampil di dalam bangunan kayu berukir Keraton Mbah Anang. Kelompok musik ini telah menjaga tradisi musik Jawa tetap hidup di Muar selama beberapa generasi.
Aktivitas Outdoor dan Praktik Langsung: Membuat Dodol, Kopi Lokal, Batik, Kaligrafi Jawi, dan Lainnya.
Dalam pengalaman homestay, berinteraksi dan mengikuti aktivitas bersama masyarakat lokal menjadi bagian yang paling penting. Di sini, pengunjung dapat mencoba membuat dodol, sebuah tradisi membuat makanan manis secara bersama-sama dengan memasak gula aren, santan, dan tepung di dalam kuali besi (kawah) yang dipanaskan menggunakan kayu bakar. Setiap orang bergantian mengaduk adonan yang kental tanpa henti selama beberapa jam hingga mengalami proses karamelisasi dan berubah menjadi dodol yang kaya rasa serta mengilap.
Pengalaman budaya yang dilakukan secara langsung seperti ini membuat homestay budaya di Muar berbeda dari pengalaman menginap di hotel biasa sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Malaysia.


Gula aren, santan, dan tepung dimasak perlahan di dalam kawah. Adonan harus terus diaduk selama beberapa jam—sebuah pekerjaan yang selalu dilakukan secara bersama-sama.
Bagi pencinta kopi yang ingin mengenal budaya kopi Malaysia, Kupi Nang Ajes Cafe, sebuah tempat pemanggangan kopi dalam skala kecil, berada di dalam kawasan desa. Pengunjung dapat mengikuti seluruh proses pembuatan kopi, mulai dari buah kopi yang dijemur hingga campuran biji Robusta dan Liberica yang baru digiling. Aktivitas ini menjadi salah satu pengalaman khas di Muar bagi wisatawan yang tertarik mengenal budaya kopi Malaysia.


Fitri Aziz dari Kupi Nang Ajes menggiling biji kopi yang baru dipanggang di ruang kerja kafe. Tempat pemanggangan ini menggunakan varietas Robusta dan Liberica.
Proses penjemuran buah kopi di lokasi produksi Kupi Nang Ajes. Pengunjung dapat mengikuti seluruh perjalanan kopi, mulai dari panen hingga menjadi minuman, selama mengikuti lokakarya.
Aktivitas lainnya juga mencakup lokakarya kaligrafi Khat. Di sini, seorang ahli lokal mengajarkan pengunjung cara menulis menggunakan aksara Jawi dengan gaya kaligrafi tradisional. Ada pula sesi melukis batik, menggunakan alat malam tradisional dan pewarna warna-warni untuk membuat karya seni sendiri. Lokakarya kerajinan ini menjadi salah satu aktivitas populer di Johor bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat seni dan kerajinan budaya Melayu.
Untuk aktivitas luar ruangan, pengunjung dapat menikmati perjalanan kayak sepanjang satu kilometer menyusuri kanal desa yang teduh. Mereka juga dapat mencoba memanen kelapa bersama para petani lokal, memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung keterampilan yang masih digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Pertunjukan Budaya: Silat dan Barongan
Pada malam hari, desa ini menggelar pertunjukan budaya seperti Silat dan Barongan. Dipersembahkan oleh Silat Panji Semalaysia, pertunjukan ini menampilkan rangkaian bunga panji dan teknik pertarungan buah pukul di area terbuka, menghadirkan pertunjukan seni bela diri tradisional Melayu yang begitu hidup. Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan tarian Barongan bersama Singabarongan, yang bergerak mengikuti irama langsung dari Gamelan Nadasukma.

Para pesilat Silat Panji Semalaysia menampilkan rangkaian bunga panji dan teknik pertarungan buah pukul sebagai bagian dari program budaya malam di Homestay Sarang Buaya.

Seorang penampil membawa topeng Singabarongan seberat 30 kilogram hanya dengan menggunakan pegangan kulit yang digigit selama pertunjukan Barongan, diiringi Gamelan Nadasukma.
Pelarian ke Alam: Pemandian Air Panas Sungai Gersik
Berjarak singkat dengan berkendara dari desa, Sungai Gersik Hot Spring menjadi salah satu atraksi alam yang mudah diakses di Johor. Kolam air panas alami ini berada di area terbuka yang dikelilingi taman dan dapat dikunjungi secara gratis, serta populer di kalangan masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke Muar. Kolam ini terdiri dari beberapa lingkaran dengan suhu yang semakin meningkat. Bagian terluar terasa hangat dan nyaman, bagian tengah memiliki suhu yang lebih panas, sedangkan bagian pusat, tempat gelembung gas vulkanis muncul dari dasar kolam yang berpasir, memiliki suhu paling tinggi. Fasilitas di lokasi meliputi ruang ganti, surau, kolam anak-anak, serta area istirahat yang teduh.
Homestay Sarang Buaya terdaftar sebagai penyedia akomodasi, tetapi yang ditawarkan jauh lebih dari sekadar tempat untuk beristirahat. Ini merupakan desa yang masih aktif menjalankan kehidupan sehari-hari di Muar, Johor, sekaligus membuka pintunya bagi wisatawan untuk mengenal tradisi, keterampilan, dan kisah yang telah diwariskan dari generasi ke generasi oleh komunitas Jawa-Melayu di sini. Bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya yang bermakna di Malaysia, hanya sedikit tempat yang mampu menghadirkan pengalaman selengkap ini.
Cara Menuju Lokasi & Informasi Lebih Lanjut
Alamat: Sarang Buaya Homestay Centre, Pos 55, Kg. Sarang Buaya, 83600 Semerah, Muar, Johor.
Kontak: En. Mohd Khairi bin Abu, +60 11-3978 8817 | Email: mohd.khairi@jomhomestay.my
Situs Web: Homestay Sarang Buaya
Check-in / Check-out: 15.00 / 12.00
Paket & Harga: Tersedia paket menginap semalam maupun beberapa hari yang mencakup makanan, aktivitas budaya, dan pertunjukan. Hubungi langsung koordinator homestay untuk mengetahui harga dan fasilitas paket terbaru, karena harga dapat berbeda berdasarkan jumlah peserta dan program yang dipilih.
Cara Menuju Lokasi: Dari Kuala Lumpur, gunakan North-South Expressway (E1/E2) menuju selatan ke arah Muar, kemudian ikuti petunjuk menuju Parit Jawa/Semerah. Desa ini berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kota Muar dan dapat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dengan mobil dari Kuala Lumpur. Dari Johor Bahru, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit. Bus jarak jauh melayani rute menuju Muar dari terminal TBS di Kuala Lumpur. Dari Muar, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke desa menggunakan taksi atau layanan transportasi daring.
Sungai Gersik Hot Spring
Alamat: Jalan Kolam Air Panas Kg. Gersik, 83610 Parit Jawa, Johor.
Telepon: +60 6-988 1316
Jam Operasional: Selasa hingga Kamis, Sabtu, dan Minggu: 09.00–18.00. Jumat: 08.00–17.00. Tutup pada hari Senin.
Tiket Masuk: Gratis.
Jarak: Sekitar 10 kilometer dari Kampung Sarang Buaya atau sekitar 15 menit perjalanan dengan mobil.



